Sabtu, September 27, 2014

BAGAIMANA CARA MENULIS BUKU TEKS PELAJARAN?

                Dalam tugas kali ini, saya akan menyimpulkan dari 5 artikel mengenai “cara penulisan buku pelajaran” yang saya temui di Internet:
1.         Panduan Penulisan dan Penerbitan Buku Teks ERLANGGA
2.         Menulis dan Menerbitkan 5 Buku Pelajaran Dalam 1 Bulan
3.         Menulis Buku Pelajaran Sekolah
4.         Cara Gampang Menulis Buku
5.         Pembuatan Buku Pelajaran
                Dari ke-5 artikel di atas, saya telah mendapatkan apa-apa saja yang harus di perhatikan dalam proses pembuatan buku, tips-tips dalam pembuatan buku dan bagaimana dengan penerbitan buku. Namun sebelum masuk ke inti permasalahan, saya ingin membahas sedikit mengapa kita tetap harus mempelajari dan mengembangkan bahan ajar cetak di zaman yang serba digital seperti ini.
                Bahan ajar merupakan suatu hal penting yang harus di pegang oleh guru atau pemelajar, atau bisa dibilang bahan ajar juga merupakan panduan guru dalam proses pembelajaran. Tanpa adanya bahan ajar, mungkin guru akan kebingungan dalam proses pembelajaran di kelas. Bahan ajar itu sendiri dimaksudkan adalah bahan ajar cetak dan kini bahan ajar cetak berupa buku teks, sudah menyebar luas di seluruh Indonesia, walaupun tidak merata.  Buku teks pelajaran inilah yang akan dijadikan guru sebagai penduannya dalam proses pembelajaran. Buku teks pelajaran ditulis oleh para pakar dan praktisi IPTEK dengan latar belakang bidang pendidikan yang berbeda-beda. Menulis bahan ajar juga tidak boleh sembarangan, tetapi harus mengikuti kaidah penulisan bahan ajar yang memenuhi standar. Itulah alasan kenapa tidak semua pemelajar baik guru atau dosen yang menulis buku, mereka kurang mengetahui apa-apa saja yang harus diperhatikan saat proses penulisan buku dan memang belum sepenuhnya ada pelatihan pembuatan buku teks pelajaran dari pemerintah setempat.


APA ITU BUKU TEKS PELAJARAN?
                Menurut Totok Djuroto, buku teks pelajaran adalah kelompok karya tulis ilmiah, tetapi dibuatnya bukan berdasarkan hasil penelitian, tetapi materi pelajaran atau mata kuliah suatu ilmu pengetahuan tertentu sesuai kebutuhan dalam pembelajaran bidang studi tertentu. Dalam bagian buku suatu mata pelajaran yang dapat merupakan suatu kesatuan yang utuh dan dapat dipergunakan dalam proses pembelajaran sebagai alat bantu diklat yang disusun secara sistematik dari yang mencakup tujuan dan uraian materi.
                Dari definisi di atas, dapat diambil beberapa point dari apa itu buku teks pelajaran. Pertama buku teks pelajaran itu ditujukan untuk membantu proses pembelajaran, Kedua buku teks pelajaran disusun secara sistematis, Ketiga buku teks pelajaran dibuat berdasarkan materi pelajaran tertentu, Keempat buku teks pelajaran mencakup informasi yang berupa materi pelajaran itu sendiri.

Tujuan Penulisan Buku Pelajaran
a.         Menyediakan buku sesuai dengan kebutuhan peserta didik, institusi dan lapangan/industry serta tuntutan perkembangan teknologi dan kurikulum.
b.        Mendorong penulis/dosen untuk berkreasi dan kreatif membagikan ilmunya kepada masyarakat.
c.         Mendorong penulis untuk meng-update ilmunya sesuai dengan kriteria tuntutan buku layak terbit mencakup substansi, bahasa dan potensi pasar.
d.        Mendukung penulis untuk menerbitkan buku bila belum terbit.

Isi Buku Pelajaran
                Isi buku pelajaran yaitu berupa susunan teori, konsep, formula atau aturan terkini dilengkapi dengan contoh-contoh masalah atau studi kasus serta solusinya. Isi buku teks pelajaran juga harus orisinil dengan merujuk dari berbagai sumber. informasi tepat, dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan kepada pembaca dan semua pihak yang terkait didalamnya. Isi tersusun dengan baik atau dengan alur informasi yang mudah dipahami.
                Seperti yang dinyatakan oleh UNESCO (1994) yaitu: Learn to know, Learn to do, Learn to be dan Learn to live together merupakan aspek pendidikan yang harus dipenuhi suatu buku pelajaran yang baik. Aspek itu yaitu ilmu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), dan sikap perilaku (Attitude).

Prinsip Pembuatan Buku Teks Pelajaran
                Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku antara lain:
a.       Prinsip Relevansi, artinya keterkaitan. Materi yang ditulis seharusnya berhubungan atau relevan dengan pencapaian standar kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Prinsip Konsistensi, artinya keajegan. Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam, maka bahasan yang ada pada buku juga harus sama dan konsisten, yaitu meliputi empat macam kompetensi dasar itu.
c.       Prinsip Kecukupan, artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat menguasai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan kurang membantu pencapaian kompetensi sebaliknya jika terlalu banyak akan membuan buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya.
Tahapan Penulisan Buku Pelajaran
                Untuk menjadi seorang penulis buku teks pelajaran yang baik, dapat diawali dengan langkah-langkah berikut:
     ·         Membaca dan menelaah Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  (SKKD). SKKD adalah              standar isi buku yang mengacu pada kurikulum yang sedang digunakan.
     ·         Menyusun peta konsep. Peta konsep adalah sistematika pendistribusian materi yang mengacu              kepada SKKD, semacam daftar isi.
      ·         Mengumpulkan materi yang relevan dengan SKKD untuk dijabarkan sesuai dengan peta konsep.        Materi ini harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan, aktualitas, kemenarikan, kegunaan, dan         eksklusivisme.
       ·      Membaca buku ajar yang telah dinyatakan lolos BSNP agar memperoleh inspirasi dan dapat               membuat modifikasi.
      ·     Memahami instrument penilaian buku ajar yang telah ditetapkan BSNP. Ini disebabkan setiap              buku harus dinilaikan ke BSNP agar diperoleh standar isi yang sama.
    ·         Mengembangkan materi sesuai dnegan peta konsep. Akan lebih baik jika diawali dari tingkat              kebahasaan yang dikuasai.
     ·         Merefleksikan koherensi materi dalam satu bab/unit untuk ditemukan kekurangan.
     ·         Minta pertimbangan pihak lain untuk memberi keritikan atau input.
     ·         Buku siap dicetak.

Ketentuan Pembuatan Buku Teks Pelajaran
                Ketentuan ketentuan yang ada dalam pembuatan buku teks pelajara dibagi berdasrkan isi, penyajian, Bahasa, dan ilustrasi.
·         Persyaratan berdasarkan dengan Isi buku:
a.         Memuat sekurang-kuranganya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik
b.        Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai.
c.         Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan.
d.        Tidak mengandung muatan politis ataupun hal berbau SARA.
e.        Sesuai dengan ilmu pengetahuan, teknologi, jenjang, sasaran dan perkembangan zaman.
f.          Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, dan teori.
·         Persyaratan berdasarkan dengan penyajian
a.         Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
b.        Menarik minat dan perhatian peserta didik
c.         Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
d.        Mengacu pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor
e.        Penyajian menggunakan Bahasa ilmiah dan formal
·         Persyaratan berdasarkan dengan Bahasa
a.         Menggunakan Bahasa Indonesia yang benar
b.        Menggunakan kallimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan sasara pembaca
c.         Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
·         Persyaratan berdasarkan dengan Ilustrasi
a.         Relevan dengan konsep, prinsip yang disajikan
b.        Tidak menggunakan kesinambungan antar kalimat, bagian dan paragraph
c.         Merupakan bagian terpadu dan bahan ajar
d.        Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi.

Tips dan Trik
                Di luar dari pembahasan materi bagaimana menulis buku pelajaran, saya menemukan sebuah artikel yang berisikan tips bagaimana menulis banyak buku pelajaran hanya dari 1 buku induk. Bagi para guru atau praktisi IPTEK yang sudah mengetahui trik-trik menulis buku pelajaran sekolah, hal ini adalah pekerjaan mudah dalam menulis buku. Cukup diperlukan 1 buku induk untuk membuat kembali buku pelajaran. Bagaimanca caranya?
a.       Ganti Judulnya
Setiap menulis buku baru, kita tinggal mengganti judul buku pelajaran tersebut, contoh: “Buku Pintar Bahasa Indonesia”, bulan berikutnya kita namakan “Buku Cakap Bahasa Indonesia” dan begitu seterusnya, dan tentu jangan mengganti materi di dalam buku cukup mengacaknya saja sesuai dengan kebutuhan setiap judul buku,
b.      Cek dan ganti contoh-contoh kalimat maupun kosakata
c.       Mengganti layout dan cover buku.
                Jika sudah seperti itu, lalu bagaimana proses mengikutkan naskah buku pelajaran ke penerbit? ada yang perlu diperhatikan dalam proses ini, yaitu:
      a.       Perhatikan penerbit mana saja yang menerbitkan buku sekolah. Catat alamat mereka, email, web,        dan informasi yang dibutuhkan
      b.      Pelajari format dan gaya tulisan
      c.       Paham Kurikulum
    d.      Kalau penerbit yang bersangkutan memiliki web, coba masuk ke laman mereka. Biasanya aka nada tata cara pengiriman naskah.


Sumber:

·         Artikel Panduan Penulisan dan Penerbitan Buku Teks Penerbit Erlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar