Senin, November 05, 2012

Mobile Learning


A.   Apa itu M-Learning


          Mobile learning didefinisikan oleh Clark Quinn (2000) sebagai:

The intersection of mobile computing and e-learning: accessible resources wherever you are, strong search capabilities, rich interaction, powerful support for effective learning, and performance-based assessment. E-Learning independent of location in time or space.


Berdasarkan definisi tersebut dapat di ambil kesimpulan , m-Learning adalah kemampuan akses suatu sumber, dimanapun dengan kemampuan pencarian yang canggih ,kaya akan interaksi, dan sangat membantu dalam mencapai kefektivitasan belajar dan kinerja berdasarkan penilaian. Istilah m-Learning atau mobile learning merujuk pada penggunaan perangkat keras yang bergerak , seperti PDA, Laptop , Smartphone, MP3 player, dll, meski M-Learning ini terkait dengan E-Learning dan pendidikan jarak jauh , namun itu berbeda dalam fokus pada pembelajaran seluruh konteks dan pembelajaran dengan perangkat mobile. Salah satu definisi tambahan  mengenai mobile learning : setiap jenis pembelajaran yang terjadi ketika pelajar tersebut tidak di lokasi yang di tentukan, atau pembelajaran yang terjadi ketika pelajar mengambil keuntungan dari kesempatan yang ditawarkan oleh teknologi mobile, dengan kata lain M-Learning menghilangkan keterbatasan / penghalang dalam proses pembelajaran dengan mobilitas dari perangkat portable. Selain itu juga M-Learning adalah pembelajaran yang unik karena pembelajar dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran, kapan-pun dan dimana-pun. Aplikasi – aplikasi yang interaktif dan bersifat edutainment (edukasi dan entertainment) , unik dalam pembelajaran membantu berlangsungnya proses pembelajaran secara menyenangkan , dan mengurangi rasa tegang dalam suatu sistem pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan tingkat perhatian terhadap materi – materi yang disampaikan ,siswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran ,menghemat waktu karena jika diterapkan siswa tidak perlu hadir di dalam kelas untuk mengumpulkan / mengerjakan tugas,cukup tugas tersebut dikirim melalui applikasi yang tersedia dalam mobile phone, yang secara langsung memudahkan proses pengumpulan tugas yang juga meningkatkan proses pembelajaran juga secara tidak langsung , juga dapat memotivasi anak didik kepada pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning) , selain itu dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, m-Learning memungkinkan adanya lebih banyak kesempatan berinteraksi dan berkolaborasi secara terimprovisasi.

  1. Kelebihan dan kekurangan M-Learning
KELEBIHAN M-LEARNING
Beberapa kelebiham M-Learning dibandingkan metode pembelajaran lain
·         dapat digunakan dimana-pun pada waktu kapan-pun,
·         kebanyakan divice bergerak memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding harga PC desktop,
·         ukuran perangkat yang kecil dan ringan daripada PC desktop,
·         diperkirakan dapat mengikutsertakan lebih banyak pembelajar  karena  m-Learning memanfaatkan teknologi yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
·         Applikasi – applikasi interaktif yang sudah dapat di unduh dengan mudah dan gratis
·         Lebih menghemat biaya dalam berkomunikasi

KEKURANGAN M-LEARNING
Meski memiliki beberapa kelebihan,  m-Learning tidak akan sepenuhnya dapat di implementasikan. Hal ini dikarenakan  m-Learning memiliki keterbatasan-keterbatasan terutama dari sisi perangkat/media belajarnya. Keterbatasan perangkat bergerak antara lain sebagai berikut.
1. Kemampuan prosesor
2. Kapasitas memori
3. Layar tampilan
4. Keterbatasan baterai
5. Pengguna harus memiliki kelebihan dalam bidang teknologi
Namun kekurangan dalam M-Learning lambat laun akan dapat di atasi seiiring dengan perkembangan teknologi yang pesat , misalkan layar tampilan yang kecil kini dapat diatasi dengan adanya Proyektor, kecepatan processor handheld sekarang yang ditawarkan sudah mulai meningkat dan makin canggih, kapasitas memori eksternal yang ditawarkan kini mampu memuat dengan kapasitas yang lebih besar namun dengan harga yang murah, Keterbatasan dalam ketersediaan energy batere akan dapat teratasi dengan pemanfaatan sumber daya alternatif yang praktis, mudah didapat dan mudah dibawa,seperti portable charger  , baterai cair, tenaga gerak manusia, tenaga matahari dan lain-lain.

Operasional
Operasional M-Learning pun dibagi atas dua bagian :
1. Multimedia based, yang lebih diutamakan bagi mereka yang masih sanggup untuk membeli smartphone, yang minimal dilengkapi dengan JavaME. Yang dimaksud dengan M-Learning multimedia adalah materi yang diberikan bersifat interaktif sehingga dapat lebih mudah dimengerti dan menarik bagi penggunanya. Media yang digunakan bisa beberapa macam, yaitu: mobile application, animasi (semacam flash), ataupun via website tertentu.
Contohnya : aplikasi multimedia yang dibuat adalah aplikasi tentang pemantulan benda (Fisika). Maka, dapat dibuat aplikasi sejenis simulasi, di mana pengguna dapat mencoba-coba sendiri. Tentu, teori-teori dasar harus diberikan di sana sebagai penjelasan.
2. Lalu, bagi mereka yang kurang beruntung dan hanya punya handphone hitam putih yang hanya bisa SMS, bagaimana ? M-Learning yang disediakan untuk mereka adalah text-based. Jadi, dalam kasus ini, materi-materi M-learning akan diberikan dalam bentuk teks yang dikirim via sms.
Contohnya : pengguna ingin mengambil materi tentang pelajaran Sejarah Majapahit. Maka, sejumlah SMS yang berkaitan dengan materi tersebut akan dikirimkan ke handphone yang meminta materi.


Sistem distribusi materi yang dapat dipilih adalah :
- Subscriber : pengguna dapat berlangganan layanan M-Learning ini. Setiap ada materi baru yang dibuat akan diberitahukan kepada pelanggan.
- Menyediakan topik dan tema untuk dipilih sendiri oleh user. Operator telekomunikasi menyediakan SMS gateway untuk menangani permintaan. Misalkan, pengguna meminta materi sejarah dengan mengirim M-LEARN SEJARAH. Lalu, akan dibalas dengan SMS yang berisi daftar lengkap materi yang berkaitan dengan Sejarah, yang dapat dipilih oleh user.


KESIMPULAN
          Pengembangan e-learning di institusi pendidikan melibatkan banyak faktor dalam organisasi, yaitu infrastruktur teknologi, sumber daya manusia, dan lingkungan yang mencakup kepemimpinan dan kultur. Model Mobile Learning merupakan manifestasi dari kesiapan seluruh komponen organisasi untuk mengadopsi e-learning.
Model Mobile Learning tidak hanya untuk mengukur tingkat kesiapan institusi untuk mengimplemantasikan e-learning. Tetapi yang lebih penting adalah dapat mengungkap faktor atau area mana masih lemah dan memerlukan perbaikan dan area mana sudah dianggap berhasil atau kuat dalam mendukung implementasi e-learning.
Model Mobile Learning pada tahap analisis digunakan untuk menyusun materi kebutuhan yang menjadi base line untuk tahap desain, pengembangan, dan implementasi. Pada tahap evaluasi, model Mobile Learning digunakan untuk mengukur keberhasilan dan menentukan prestasi untuk proses perbaikan pada periode berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar