Sabtu, November 24, 2012

Virtual Learning

A. Definisi Pendidikan Jarak Jauh (Distance Learning)

        Banyak definisi yang digunakan untuk distance learning ini. JW. Keegan melakukan penelitian mengenai praktek penyelenggaraan dan definisi distance learning yang digunakan di berbagai Negara di dunia. Menurut dia ada 6 unsur dasar pengertian (six defining elements) yaitu:
  •  Terpisahnya guru dan siswa. Karakteristik inilah yang membedakan distance learning dari pendidikan konvensional. Adanya lembaga yang mengelola distance learning. Hal ini yang membedakan orang yang mengikuti distance learning dari orang yang belajar sendiri. Digunakan media sebagai sarana intuk menyajikan isi pelajaran. Misalnya melalui media elektronik, media massa dan media cetak.
  •  Diselenggarakanya system komunikasi dua arah antara guru dan siswa, atau antara lembaga dan siswa sehingga siswa mendapatkan manfaat dari pembelajaran tersebut. Dalam proses ini siswa lebih berinisiatif untuk melalukan komunikasi.
  •  Pada dasarnya pendidikan ini bersifat individual karena tidak tergantung dengan organisasi penyelenggaranya.

B. Jarak transaksi dan cara menjembataninya

           Menurut Dewey dalam Moore(1903) menjelaskan bahwa transaksi pendidikan merupakan interaksi antara individu, lingkungan , dan perilaku yang terjadi dalam situasi tertentu. Transaksi pendidikan terjadi antara siswa dan guru dalam distance learning bersifat khusus karena keterpisahannya satu sama lain. Jarak transaksi ini dapat mengakibatkan perbedaan persepsi antara siswa dengan guru. Oleh karena itu perlu dijembatani supaya perbedaan persepsi itu dapat berkurang atau hilang. Menurut Moore (1903) jarak transaksi itu dapat di jembatani melalui komunikasi dan percakapan (dialoge). Artinya makin mudah dan semakin sering guru dan siswa berinteraksi semakin kecil kemungkinan terjadinya kesalah pahaman dalam menafsirkan isi pelajaran. Jadi dalam distance learning sangat lah penting interaksi guru dan muridnya agar proses belajar dapat terjadi dengan baik.

         Moore (1983) mengatakan semakin baik media yang digunakan semakin baik proses pembelajaran akan berlangsung. Media yang digunakan juga sangat mempengaruhi ada tidaknya komunikasi, dialog, atau interaksi antara guru dan siswa. Kalau yang digunakan adalah tv, radio, atau buku kesempatan siswa untuk berinteraksi, berdialog dan berkomunikasi dengan guru sangat kecil. Audio conference, video conference, atau internet membuka lebih besar peluang terjadinya inteaksi antara guru dan murid sehingga kecil kemungkinan terjadinya perbedaan penafsiran isi pelajaran.


C. Beberapa jenis tutorial dan kelemahannya
         Tutorial dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya tutorial tatap muka, tutorial surat menyurat, tutorial melalui telepon, tutorial audio dan video conference.

a. Tutorial tatap muka
    Siswa dan guru bertemu muka secara berkala untuk memberikan kesempatan kepada siswa menanyakan kesulitaan yang dihadapi siswa. Tutorial seperti ini sangat bagus mengurangi jarak transaksi antaraguru dan siswa. Denganb demikian kesalahahaman penafsiran isi pelajaran dapat diperkecil.

Kekurangan yang ada dalam tutorial ini:
Tutorial tidak dapat dilakukan terlalu sering. Makin sering biayanya semakin mahal. Niassanya tutorial ini diadakan seminggu sekali, sebulan sekali atau bahkan hanya 2 atau 3 kali dalam satu semester. Hal ini menyebabkan siswa harus menunggu lama untuk mengutarakan kesulitannya kepada guru. Tutorial ini biasanya bukan merupakan keharusan. Akibatnya banyak siswa yang memilih tidak hadir

b. Tutorial melalui telepon atau surat
    Tutorial jenis ini tidak banyak dimanfaatkan siswa, padahal biayanya relative murah dan mudah melakukannya. Kendalanya mungkin tidak semua siswa mempunyai telepon ataupun sungkan menanyakan pelajaran kepada guru melalui telepon atau surat. Disamping itu tutorial melalui surat jawabannya seringkali datangnya terlambat.

c. Tutorial melalui konfrensi audio atau video
    Tutorial ini jarang digunakan karena biayanya relative lebih mahal karena kebutuhan waktu, jaringan internet, dan tenaga pengajar.


D. Sistem pembelajaran melalui internet

                Dalam system pembelajaran melalui internet isi pembelajaran disampaikan secara online. Dalam system pembelajaran ini siswa berdiskusi, belajar, bertanya dan mengerjakan soal soal latihan secara online. Semua proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa menuntut siswa hadir di ruang kelas tertentu, tetapi mereka berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan pelajaran seperti yang terjadi di kelas biasa. System pembelajaran ini sering kali disebut e-learning, virtual learning, virtual classroom, atau virtual campus (Potter,1997).
                Potensi utama virtual learning sendiri adalah dapat memberikan peluang siswa untuk berinteraksi secara synchoronous dengan guru, teman maupun bahan belajarnya. Selain guru dapat mengontrol aktivitas belajar siswa melalui internet, dan juga virtual learning dapat menyajikan bahan ajar lebih menarik dari pada proses yang terjadinya di kelas.

E. Menciptakan kelas VIRTUAL(virtual classroom)

       Pembelajaran multidimensi yang akan membawa proses pembelajaran kearah yang lebih kontekstual dan nyata. Sejauh ini dunia baru ini belum banyak disentuh dan dimanfaatkan oleh guru dan siswa untuk membantu pembelajaran di ruang-ruang kelas mereka.Padahal kelas/dunia virtual ini didesain sedemikian rupa sehingga menyerupai dunia aslinya. Belajar di kelas virtual semacam ini memungkinkan kita (guru dan siswa) mendapatkan banyak manfaat dan akan mendapati kejutan-kejutan baru dalam belajar.Kejutan baru itu dapat kita rasakan mengingat sesuatu yang kita pelajari/belajarkan kadang hanyalah berupah gambaran abstrak tentang suatu fenomena,peristiwa atau hanya sebatas rumus-rumus belaka.Di kelas virtual inilah gambaran abstrak itu kian menjadi nyata dan memesona.
        Di kelas virtual ini Guru dan siswa dapat menggunakan simulasi dan visualisasi untuk memahami suatu konsep. Dimana dunia virtual memudahkan guru maupun siswa menyimulasikan berbagai materi pelajaran yang mungkin sulit dilakukan di dunia fisik. Misalnya mengenai perjalanan ke bulan, gempa bumi, tsunami, pembedahan jantung, peradaban Mesir, dll. Melalui dunia virtual, siswa juga bisa memvisualisasikan materi belajar seperti rangkaian DNA, tata surya, dansejenisnya. Dikelas ini juga Guru dan siswa bisa bertemu dan berdialog dengan berbagai ahli dari belahan bumi manapun. Kesempatan ini memungkinkan baik guru maupun siswa belajar dari sumber yang berkualitas.
        Kelas ini juga memudahkan Guru dan siswa melakukan darwa wisata (fieldtrip) dan belajar dari tempat-tempat yg dikunjungi tanpa biaya Tidak bisa kita pungkiri bahwa belajar langsung di tempat yang berhubungan dengan topik yang sedang diajarkan akan lebih berkesan bagi siswa. Tetapi sering kali biaya menjadi kendala dalam melakukan kegiatan ini di dunia fisik. Di dunia virtual, banyak sekali tempat baik itu tempat bersejarah seperti candi borobudur, tembok besar Cina, rekator nukir, NASA dan objek lain yang tersedia dan bisa dikunjungi kapan saja tanpa biaya.
        Pembelajaran virtual ini juga memudahkan Guru dan siswa melakukan kolaborasi antar sekolah dengan lebih mudah dan hampir tanpa biaya. Kolaborasi ini bisa dilakukan dengan jalan bertukar informasi dan pengetahuan maupun melakukan proyek pembelajaran bersama antar sekolah. Kesempatan ini memungkinkan terjadinya proses pembelajaran yang adil bagi keragaman peserta didik. Sebagaimana diketahui bersama bahwa sekolah-sekolah favorit dan besar lebih diuntungkan dari segi fasilitas dan SDM dibanding dengan sekolah kecil/swasta. 
        Kolaborasi pembelajaran ini juga akan memperkecil kesenjangan antara sekolah yang sudah mapan dan berkualitas dengan sekolah yang berada di bawahnya baik dari aspek proses,ketenagaan maupun sarana dan prasarananya. Karenanya pembelajaran di kelas virtual ini akan semakin memudahkan dan memberikan secercah harapan baru akan hadirnya pembelajaran berkelas dunia dari ruang-ruang kelas kita,semoga kita bisa menjadi katalisator dari dunia yang semakin sempit ini.[1]
        Menurut Potter(1997), menciptakan kelas virtual harus mempertimbangkan berbagai hal agar pembelajaran dapat terjadi dengan efektif :

1.Dilengkapi dengan sumber belajar pada saat dibutuhkan siswa tersedia dan mudah diakses
2. Menyediakan ruang untuk percobaan dan penerapan sama seperti halnya system konvensional yang diberi kesempatan melakukan percobaan, menghadapi worksop, melakukan demonstrasi mengenai hasil pelaksanaan tugas.
3. Menyatukan siswa dan guru supaya merekabersilap terbuka dan bertukar gagasan
4. Memberikan harapan pada siswa untuk terjadinya proses belajar dan menciptakan lingkungan yang konduif untuk belajar.
5. Menjadi sarana sebagai pengembang kebebasan akademik. Contoh melakukan percobaan, dalam membuat asumsi, dalam berinteraksi dengan kelas lain tanpa harus ada rasa takut dan cemas.
6. Harus dapat memberikan penilaian terhadap kinerja siswa.

F. Kelemahan Kelas Virtual

Kelas virtual diciptakan dengan bantuan internet. Ada beberapa kelemahan dari virtual class ini diantaranya:

Ø Penggunaan internet memerlukan infrastruktur yang memadai
Ø Penggunaan internet yang mahal
Ø Komunikasi melalui internet sering kali lamban
Ø Terjajadinya salah penafsiran

G. Kelas Online Gratis

         Free Virtual Classroom yang disediakan oleh WiZiQ adalah sebuah kelas online dimana pengajar dan yang diajar terhubung secara online. Kelas virtual ini akan menggunakan fitur audio-video conference, chatting, papan tulis, dan content sharing. Kelas ini gratis, alias tidak dipungut bayaran dalam penggunaannya. Kelas juga akan direkam dan akan bisa diakses lagi di WiZiQ yang nantinya bisa digunakan untuk kajian ulang atau referensi.
         Peserta bisa mengikuti kelas dan bisa menikmati percakapan secara verbal dengan peserta lain di kelas yang sama, gambar atau tulis sesuatu di papan tulis serta berbagi file-file PowerPoint, PDF, Flash dan Gambar.
Beberapa keuntungan untuk Pengajar :

*Menyediakan sistem utuh manajemen pengajaran online tanpa menginstall software apapun
*Pengajar mendapatkan kelas virtualnya tanpa biaya apapun
*Jadwal online bisa diatur sesuai keinginan dan waktu dari pengajar
*Pengajar bisa berinteraksi dengan peserta ajarnya melalui papan tulis online, apakah itu berupa tulisan atau dokumen, dan dengan two-way audio dan fitur chatting
*Pengajar bisa membuat account profilenya
*Kelas bisa berupa one-on-one class atau terdiri dari beberapa orang dalam satu kelas
*Pengajar bisa dan diperkenankan meminta bayaran pada peserta ajarnya

Beberapa keuntungan untuk Peserta Ajar :

*Peserta bisa mencari pengajarnya sendiri
*Belajar dari rumah, langsung melalui internet dengan browser yang mudah dipahami dan digunakan, tanpa menginstall apapun
*Bisa mengakses tutorial sesuai dengan materi ajar pilihan.



Kesimpulan

Semakin diminatinya pendidikan jarak jauh haruslah mementingkan aspek efektifitas dari pembelajarannya tersebut. Pendidikan jarak jauh (distance learning) juga harus di imbangi dengan ada nya insfrastrukur yang baik. Karena melaksanakannya juga butuh biaya yang mahal pada saat ini hanya dapat di kembangkan untuk daerah perkotaan. Jadi agar kondisi pendidikan tidak tertinggal, kelas virtual atau distance learning ini sangat lah membantu dan perlu dikembangkan.


Saran

1. E-learning virtual classroom harus terus dikembangkanterutama oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
2. Antara siswa dan pengajar harus ada komitmen yang kuat agarpenyelenggaraan e-learning virtual classroom mencapai tujuanpembelajaran yang ditargetkan



Daftar Pustaka

Anung Haryono & Abubakar Alatas, Virtual Learning, Pustekkom Jakarta : 2003
Wawancara dengan Ibu Murti Westy
http//:cvi.iiep.unesco.org
http://wiziq-indonesia.blogspot.com/2008/07/wiziq-adalah-sebuah-platform-yang.html
[1] http://www.guraru.org/news/2012/08/28/1332/menjadi_guru_digital.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar